Pelukis,pematung,dan arsitak di bali terkenal


I Gusti Nyoman Lempad, sang maestro yang legendaris dari Bali selalu tampil bersahaja sederhana, mencintai pekerjaannya sampai akhir hidupnya.
Karya karyanya abadi perjuangan dan pengorbanannya bagi tak pernah padam hingga hari ini terus menginspirasi

I Gusti Nyoman Lempad tidak hanya dikenal sebagai pelukis tetapi juga pematung dan arsitek yang membangun istana dan pura-pura di Ubud. Masa kecil Lempad dapat digolongkan orang susah. Ia tidak pernah sekolah formal, ia tidak bisa membaca. Hal yang bisa ia lakukan hanyalah mencontoh menuliskan namanya di sebuah lukisan. Pada tahun 1920an, membantu Walter Spies membangun rumahnya di Campuhan,Ubud. Suatu ketika, Spies melihat coretan lukisan Lempad diatas secarik kertas, ia lalu mengagumi dan membayarnya dengan kemeja, kain dll. Ia lalu menasehati Lempad untuk terus melukis apapun yang ada dikepalanya dan tetap fokus pada gaya melukisnya. Walter Spies menjadi karunia bagi Lempad, karena mengajarinya teknik melukis. Lempad melukis model lukisan wayang, yang diambil dari kisah Ramayana dan Mahabharata.

Lempad meninggal di usia 116 tahun pada 25 April 1978 (Anggara Kasih Tambir) di rumahnya di Ubud. Sebelum meninggal, Lempad mengumpulkan semua keluarga dan meminta mereka untuk memandikannya. Hari kematian yang dipilih oleh Lempad adalah hari suci bagi umat Hindu Bali. Sebelum kematiannya dan upacara kematiannya diliput oleh Lawrence Blair untuk acara televisi.
Lempad sosok seniman multi talenta yang mengagumkan, hidup dan karya – karyanya sepenuhnya ia dedikasikan bagi kesenian dan kebudayaan. Karya karya Lempad yang luar biasa menunjukan kepiawaiannya dalam menarik garis garis yang dinamis dan hidup pada obyek lukisannya. Lempad melukis sampai usia tua. Karya Lempad tatkala dirasakan memiliki jiwa, imajinasi dan hati yang memiliki karakter Balo. Karya karya Lempad, karya jiwa yang sepenuh hati mentransformasikan jiwanya. Karyanya menjadi karya jiwa dan di dalam karyanya ada jiwanya. Figur figur karya Lempad seakan ada dialog antara jiwa dengan indera yang terungkap dalam rupa. Di dalam karya Lempad ditangkap Walter Spies seakan ada getar getar dawai rasa yang sefrekwensi, yang memotivasi Lempad untuk melukis apa yang ada di kepalanya. Dari kisah Ramayana dan Mahabara dan berbagai kisah dari Bali menstimuli munculnya imajinasi. Lempad mampu menorehkan garis garis jiwanya, dituntun rasa mampu menghasilakan karya seperti apa yang dirasa dan dipikirkan untuk menunjukkan jiwanya. Imajinasi Lempad mampu memukau banyak orang dan menginspirasi banyak seniman Bali.
Kekuatan karya pada kelembutan garis garis dan warna warna yang minimalis, sarat makna. Wayang yang menjadi model karya Lempad banyak tanda atau simbol dari watak manusia dalam hidup dan kehidupannya. Ada sisi kebaikan dan keburukannya. Dalam sisi kebaikan ada sisi kelemahannya demikian juga dalam yang buruk ada sisi kebaikannya. Semua itu sama sama mendatangkan puja supata bahkan karma.baca juga”:

Lempad sang maestro seni menunjukan karakter Bali yang ditekuni hingga akhir hayatnya. Lempad melegenda, ia mampu mengangkat Bali dan Indonesia melalui karya karyanya. Dengan gaya yang sederhana namun dengan kepiawaiannya, kualitas karyanya tetap terjaga. Lempad sangat mencintai seni dan gaya hidup yang bersahaja. Ada yang mengisahkan bahwa Lempad tetap menggunakan lampu minyak saat menggambar pada malam hari, walaupun ada listrik. Lempad dikabarkan bisa memilih hari kematiannya pada hari suci agama Hindu. Lempad memang telah tiada namun spirit dan karya karyanya terus abadi menginspirasi dan melegenda.


Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai